Bacalah di Kala Engkau Patah Hati

Kemarin ada temen yang cerita ke mustphar kalau dia lagi patah hati. Mustphar bilang “Berarti kamu perlu baca artikelku”. “Mana artikelmu must?” tannyanya kemudian. “Belum aku tulis” jawab mustphar sekenanya. Karena itulah mustphar punya hutang nulis artikel lagi setelah sekian lama menelantarkan blognya.

Mustphar yang belum begitu berpengalaman dengan masalah patah hati mencoba bertanya pada ahlinya. Kebetulan ada mb pi teman mustphar di Humas yang baru dipromosikan sebagai Staf Ahli Patah Hati, meninggalkan jabatannya yang lama – Staf Ahli Gosip. Dengan berpura-pura (sebetulnya beneran) lagi patah hati, mustphar meminta nasehat dari sang staf ahli. Berikut petikan wawancara mustphar dengan Staf Ahli Patah Hati.

Mb pi, berapa lama waktu yang dibutuhkan seseorang yang patah hati untuk dapat kembali seperti semula?

Hahaha… relatif must. Nek aku yo must, dulu pas jaman patah hati gara-gara  **** –sensor– kae hampir dua tahun lho aku baru mau buka hati buat cowok laen… :p Nek kowe yo kira-kira 5 tahunlah must… haha

Apa yang bisa dilakukan seseorang yang patah hati untuk menghibur diri mungkin atau pun melupakan patah hatinya?

Cari pelarian… :p

Ada nggak obat untuk menyembuhkan patah hati? Menurut anda apa obat yang paling mujarab untuk menyembuhkan patah hati selain baygon dan racun tikus?

Cinta… Obat untuk semua penyakit adalah cinta.

Kalau cinta menurut anda adalah obatnya, mungkin nggak seseorang yang baru patah hati dapat segera jatuh cinta lagi padahal anda sendiri tadi mengaku butuh waktu 2 tahun untuk dapat menerima seorang cowok (yang khilaf) lagi?

Hehehe… Cinta gak harus dari pacar kan must? Cinta sahabat, cinta keluarga, cinta Tuhan…

Menurut Anda perlu nggak kita melupakan seseorang yang telah bikin kita sakit hati dari kehidupan kita?

Melupakan? Kenapa mesti dilupakan? Gak bakalan iso must… malah tambah menyakiti diri sendiri… Karena bagaimanapun dia akan tetap ada di dekat kita. Sebenere kuncinya cuma 1, ikhlas… Kalau kita dah bisa bener-bener ikhlas dan sadar kalau dia bukan milik kita (lagi)… kita bisa lebih tenang dan buka hati untuk orang laen. :)

Satu lagi pertanyaan nggak penting ini mb, apa ciri-ciri orang yang lagi patah hati dilihat dari luar, penampilan mungkin atau sikap yang laen?

Opo ya? Aku ya gak ngerti pastilah nek wong gek patah hati koyo opo… Paling-paling ya mata bengkak, gak bersemangat, males-malesan, trus sok bikin perubahan (mis: potong rambut). Itu sing aku lihat soko kowe, hahahahaha….

Patah hati? Enggak banget gitu loh! Begitu orang ingin bilang. Patah hati? Sungguh sangat menyedihkan. Hidup segan mati pun mau. Begitu pepatah bilang. Seandainya ada kata yang lebih menyedihkan dari kata patah hati. Seandainya saja ada sakit yang lebih menyakitkan dari pada sakit hati. Dan seandainya saja ada mati yang lebih mengerikan daripada bunuh diri. Dan seandainya saja matahari tak lagi terbit esok pagi. Dan seandainya saja bumi ini tak mampu berputar lagi. Dan seandainya saja semua kehidupan berakhir di hari ini.

Tapi tunggu dulu. Kayaknya nggak segitunya kale. Patah hati? Biasa banget gitu loh! Begitu mb pi bilang. Ya mungkin bagi dia sich sudah biasa. Staf ahli gitu loh. Walaupun dia pernah mengaku hampir dua tahunan untuk mampu hidup kembali – halah, apa sich istilahnya—ketika baru pertama kali patah hati. Tapi berikutnya dia tidak pernah menganggap patah hati itu sebagai sesuatu yang hebat untuk dibanggakan. Jadi kalau dia patah hati lagi dia akan segera membuang jauh-jauh – saking jauhnya sampai melintasi tiga dimensi waktu: WIBB, WIBTA, dan WIBT—hatinya yang patah tersebut dan mencari lagi hati yang baru sebagai penggantinya. Maka penulis berpesan: Hati-hatilah bagi yang punya hati!

Anda jangan berbangga dulu kalau anda pernah patah hati. Ternyata sakit hati itu tidak seberapa bila dibandingkan dengan sakit gigi. Anda tidak percaya? Silakan buktikan. Bagi yang hobi mematahkan hati, Anda pun jangan berbangga dahulu. Tenyata mematahkan hati tak seberapa sulit bila dibandingkan dengan mematahkan gigi. Begitu juga dengan makan hati ataupun main hati, tak terlalu istimewa bila dibandingkan dengan makan gigi atau pun main gigi.

Eh, tadi ngomongin apa sich? Kok jadi ngelantur sampai di sini? Ooo… teman kita (yang lagi baca tulisan ini) lagi patah hati. Apa yang bisa aku lakukan untukmu kawan? Yang mungkin sedikit bisa melupakan kesedihanmu. Yang mungkin sedikit bisa mengurangi rasa sakitmu. Bagilah pedihmu kawan? Ceritakanlah padaku apa yang kamu rasakan. Katamu, rasanya sakit sekali. Iya aku tahu kawan. Katamu, sakitnya lebih dari itu, sakiiiiit… sakiiiit sekali. Iya aku tahu apa yang kamu rasakan kawan, karena aku pun pernah merasakan seperti apa yang kamu rasakan saat ini.

Katamu sakitnya setengah mati. Iya kawan, aku tahu, tapi jangan pernah berpikir ingin mati gara-gara ini. Mungkin rasa sakitmu sperti tak terobati. Namun mati pun tak kan bisa mengobati. Tak ada rasa yang lebih sakit dari pada saat meregang nyawa kawan. Sekali pun kawan, jangan pernah berpikir ingin mati. Jangan kawan. Aku beri satu alasan kawan, yang mungkin bisa engkau jadikan alasan untuk tetap bertahan hidup. “Karena, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di esok hari”.

Kawan, Tuhan merahasiakan semuanya agar kita terus berusaha. Kita tidak pernah tau apa yang akan kita dapati di esok hari. Boleh jadi esok engkau sangat bersyukur apa yang telah terjadi di hari ini. Boleh jadi esok engkau merasa lebih berutung karena ia meninggalkanmu di hari ini. Dan boleh jadi esok engkau mendapati yang jauh lebih baik daripada yang telah hilang di hari ini. Dan Kita tidak pernah tahu kawan. Maka jangan sesali apa yang terjadi. Jangan pernah menyerah untuk terus berusaha.

Kawan, tidak ada yang melarangmu untuk bersedih. Namun, jangan terlalu larut dalam kesedihan. Tidak ada yang melarangmu untuk menangis. Mengislah kawan, jika itu bisa membuatmu merasa lebih baik. Namun, janganlah engkau bawa tangismu hingga pagi hari. Aku yakin engkau akan baik-baik saja. Aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Dan aku yakin engkau mampu bertahan menghadapi cobaan ini.

Kawan, jika kita boleh memilih, kita tidak pernah ingin merasakan semunya ini. Tapi ketahuilah kawan, apa pun yang diberikan-Nya tak pernah ada yang sia-sia. Manis akan lebih terasa manis setelah kita mengecap yang pahit. Emas tidak akan menjadi murni 24 karat sebelum dibakar dengan suhu tinggi dalam beberapa lama. Kita tidak pernah tahu kawan apa yang terbaik bagi kita.

Sudahlah kawan, tak usah engkau pertanyakan lagi. Kenapa dia meninggalkanmu? Tidak ada yang salah dengan dirimu kawan, juga tidak ada yang salah dengan dirinya. Ini bukanlah akhir dari segalanya kawan. Inilah awal dari segalanya. Nanti engkau juga akan tahu jawabannya sendiri kawan. Setelah engkau mampu bangkit lagi. Setelah engkau bisa tertawa lagi. Saat itu engkau bertanya kawan, kenapa dulu dia meninggalkanku? Iya, karena engkau akan memperoleh yang lebih baik dari dia. Karena engkau akan mendapat yang lebih indah dari yang diberikannya.

Kawan, janganlah engkau merasa sendiri karena ditinggalkannya. Engkau masih punya sahabat, masih punya keluarga yang akan selalu di sisimu. Kalau pun semua sahabat dan keluargamu telah meninggalkanmu, masih ada aku kawan. Aku masih di sini menemanimu. Dan jika aku pun harus meninggalkanmu, janganlah engkau lupa kawan bahwa Tuhan selalu bersamamu kapan pun itu.

Kawan, tersenyumlah. Lihatlah dirimu. Engkau punya segalanya kawan. Engkau bisa melakukan apa yang engkau inginkan. Engkau bisa lebih hebat dari yang engkau pikirkan. Bahkan, aku pun iri kepadamu. Kawan, bangkitlah dari keterpurukanmu. Tunjukkan pada dirinya kalau engkau tak selemah itu. Tunjukkan bahwa engkau bisa menjadi lebih baik, walau tanpa dirinya. Berikanlah isyarat padanya “Terima kasih telah meninggalkan aku”.

Kawan, terakhir kusertakan kiriman puisi dari kawan siko yang sengaja diciptakannya untuk dirimu seorang:

Ketika purnama tak tampak, temani hati berteriak.

Termenung ku sejenak, sendu aku menulis sajak.

Dalam gelap ku tetap berharap,

Sampai tangis ku bawa lelap

Kutatap tembok putih kamarku,

Seakan acuh menatap pilu.

Tetap kusimpan puing-puing cintamu,

Temani sendiri dalam sunyiku.

Biarkan saja taman-taman poranda atas polah.

Aku lelah, badanku letih dan merebah.

Tak peduli lagi dengan sudah.

Tetap tersenyum meski pasrah.

Dengan nada suara hati,

Kukirim sebuah pesan,

Kurangkai bunga-bunga cinta,

Katakana padanya ‘semoga kau bahagia’.

(shining phoenix)

Tolong Aku (The Rain)

Tolong aku sahabatku
Dengarkan jerit hatiku
Tentang dia, tentang dia, masih slalu tentang dia

Ajak aku bersamamu
Kemanapun engkau mau
Tenangkan aku, tenangkan aku, sabarlah tenangkan aku

Dia pernah membuatku merasa sempurna
Hingga akupun menjanjikan slamanya
Namun ternyata mimpi yang dia punya berbeda, berbeda…

Aku takkan bisa hidup tanpa dia
Dia yang membuat aku bahagia
Tolong aku untuk melupakan dia
Sungguh hanya itu yang aku pinta

Cinta Fitria (Episode #7)

Sejak kejadian itu, Adi jarang jarang terlihat jalan bareng Aan dan Fitria. Fitria lebih sering terlihat jalan berdua dengan Aan. Ya mungkin Adi masih malu dengan kejadian itu atau sedang pulang kampung memanfaatkan tiket gratis yang didapatnya kemarin. Namun, sore itu Adi terlihat serius membicarakan sesuatu dengan Aan.

Aan: Selamat ya Di, rencana kita sukses. Btw, gimana liburannya?

Adi: Asyik banget An, gratis lagi, haha…

Aan: Kamu beruntung banget bisa dapat tiket gratis, pokoknya aku besuk harus bisa dapat yang lebih.

Adi: Pasti, gimana sudah siap? Sekarang gantian kamu kan?

Aan: Siap, tinggal tunggu waktu saja.

Adi: Perlu dibantuin gak?

Aan: Tenang aja, kalau masalah itu aku sudah banyak pengalaman.

Adi: Banyak pengalaman? Banyak pengalaman ditolak maksudmu?

Aan: Ya kamu tahu sendirilah.

Adi: Okelah, tidak ada seorang pun yang meragukan pengalamanmu, semoga sukses ya!

Aan: Amin. Thanks ya.

***

Malam harinya Aan mengajak fitria dinner di tempat makan favorit mereka. Sambil nunggu datangnya makanan yang dipesan, mereka asyik membicarakan sesuatu.

Fitria: Kok Adi gak diajak sih?

Aan: Aku malu, soalnya aku mau minta tolong sama kamu.

Fitri: Minta tolong apa?

Aan: Aku mau minta tolong kamu dengerin curhat aku.

Fitria: Owh, ya udah curhat aja, aku dengerin kok.

Aan: Begini, aku sebenernya lagi suka sama cewek. Aku pengen ngungkapin perasaanku padanya, tapi gak tau cara ngomongnya gimana, soalnya cewek itu sahabat baikku. Kami sudah lama sahabatan, sering jalan bareng, pokoknya deketlah. Bukannya aku takut ditolak sih, cuma aku takutnya kalau nanti dia jadi ngejauhin aku. Kalaupun gak ngejauhin yang pasti gak akan bisa seperti dulu.

Fitria: Ya tinggal ngomong aja, kamu kan katanya sudah berpengalaman? Huahahaha…

Aan: Iya sih, tapi cewek ini lain, dia spesial banget buat aku. Dia selalu ada untuk aku dan mampu membuat aku selalu jatuh cinta padanya. Aku kepengennya bisa mengungkapkan cinta yang bisa membuat dia tidak akan pernah melupakan selamanya.

Fitria: Kamu ngomong baik-baik ajalah ke dia, kalau kamu suka ama dia.

Aan: Itu masalahnya, aku tidak pernah punya nyali untuk mengatakan di depannya.

Fitria: Ya kamu katakan di belakangnya atau disampingnya kek, hehe… Serius, kalau nggak berani ngomong langsung ya telepon atau sms.

Aan: Oh iya, ide yang bagus. Kalau gitu aku sms sekarang aja ya, tapi aku harus ngomong apa, ajarin dong!

Fitria: Gini, tulis aja. “(Sapaan cewek itu) maaf kalau aku menganggu, mungkin selama ini aku tidak bisa menjadi sahabat terbaikmu, mungkin aku suka ngejahilin kamu, mungkin aku tidak bisa selalu ada untuk kamu, tidak selalu bisa membuatmu senang dan bahagia. Namun adakah kamu tahu sebenarnya aku selalu merhatiin kamu, ingin selalu ada buat kamu, dan ingin menjadi sesuatu yang indah di hatimu. Maaf kalau kata-kataku ini membuat kamu marah, aku hanya ingin bilang maukah kamu menjadi kekasihku?

Aan: Oke, sent.

Di saat yang bersamaan handphone Fitria berdering tanda ada sms masuk.

Fitria: Kamu salah kirim sms ya? Kok dikirim ke aku?

Aan: Nggak, bener kok.

Fitria: Cewek yang mo kamu sms namanya mirip aku kali, jadi kamu bisa salah kirim, coba dicek lagi.

Aan: Sumpah bener, hanya ada satu nama Cinta Fitria di contact numbers HP-ku.

Kalau kemarin Fitria belum pinsan sih pengennya dibikin pinsan lagi, cuma yang bersangkutan nanti pasti marah, makanya dibikin kaget ajalah. Setelah bisa menguasai keadaan, fitria kemudian menjawab pertanyaan Aan, walau masih terlihat setengah gak percaya.

Fitria: Kita temenan aja ya?

Aan: Aku kan udah lama jadi temenmu, tapi belum pernah ngerasain jadi pacarmu. Lagian aku udah punya banyak teman, sekarang aku butuhnya pacar.

Fitria: Tapi aku sudah punya cowok.

Aan: Masa sih? (setengah kaget juga dia) Kok kamu gak pernah cerita, aku juga gak pernah lihat kamu sama cowokmu. Emang sejak kapan kamu punya cowok?

Fitria: Sejak aku bilang barusan.

Aan: (pinsan)

(Bersambung)

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

Cinta Fitria (Episode #6)

Hari itu tak seperti biasanya Fitria kelihatan agak sedikit gelisah, gara-gara tadi pagi mendapat fax dari sesorang yang tak pernah diduga sebelumnya. Apa yang harus aku lakukan ya, batin fitria. Mungkinkah aku terima, atau haruskah aku menolak cowo lagi untuk kesekian kalinya. Adi memang baik, tapi aku tidak ada rasa cinta padanya. Seandainya saja itu Aan, mungkin aku tidak harus bingung seperti ini.

Akhirnya, diputuskan hari itu juga fitria mengirimkan surat balasan kepada Adi.

JAWABAN SURAT CINTA DINAS

No: 36 ajalah
Lamp: 1 dus indomie bekas berisi macam2
Sifat: Segera
Hal: Jawaban Cintamu

Yth. Adi Adian Bukanadibeneran
di mana saja berada

Membalas Surat Cinta Dinas Saudara Nomor pertamax tanggal 1 September 2010 hal memalukan, dapat saya sampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Dengan senang hati saya menerima pemberian Saudara berupa 1 tangkai bunga matahari, untuk selanjutnya saya bermaksud akan menanamnya di taman bunga saya dan akan saya tumbuhkan nantinya menjadi “Taman Seribu Matahari”.
2. Hal-hal mengenai ungkapan khusus perasaan Saudara kepada saya, dengan berat hati dan sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, bahwasanya saya tidak dapat membalas perasaan Saudara dengan balasan yang sama.
3. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kedapa Saudara, perlu saya sampaikan bahwa dalam tahun ini saya mempunyai target untuk bisa menolak 25 cowok, dan kebetulan Saudara dapat kehormatan untuk menjadi yang ke-25. Untuk itu saya ucapkan selamat kepada Saudara dan saya bermaksud memberi hadiah istimewa kepada Saudara sebagaimana terlampir.
4. Perlu saya sampaikan di sini bahwa hadiah istimewa dalam dus terlampir: 1 botol racun tikus, baygon cair, tali tambang 2,5m, pisau dapur, penggaris 12 inch dan tiket pesawat Jakarta- Jogja dengan maksud untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Demikian yang dapat saya sampaikan, tak lupa saya ucapkan selamat jalan dan selamat tinggal semoga diterima disisinya.

Jakarta, 1 September 2010 juga
Wassalam

Cinta Fitria

(Bersambung)

Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian, janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

Cinta Fitria (Episode #5)

Keesokan harinya pagi-pagi Aan menanyakan kepada Adi tentang rencananya.

Aan: Gimana, dah kau laksanakan?

Adi: Udah. Bunganya aku pilih yang paling tua, dan udah agak layu, trus aku taruh di bawah kolong meja kerjanya, trus suratnya aku fax.

Aan: ??????!!!!!!!!!

***

Dalam waktu yang sama ditempat berbeda,pagi-pagi fitria datang langsung menuju meja kerjanya. Seperti biasa yang pertama kali dilihat adalah kolong meja kerjanya yang di situ dia menaruh beberapa koleksi sepatunya. Fitria ini memang hobi banget koleksi sepatu. Ya mungkin memang gak jauh berbeda dengan cewek lain tapi ini lebih ekstrim, hampir rata-rata satu atau dua minggu sekali dia beli sepatu baru, untuk dua atau tiga kali pakai.

Agak kaget dia saat melihat di kolong mejanya ada setangkai bunga matahari. Tapi dia senang juga. Dalam pikirannya, kok tahu ya kalau gue suka bunga matahari. Lha ini malah ada yang ngasih bunga matahari, yang sudah tua lagi, ntar bijinya bisa aku tanam di rumah. Tapi siapa ya? Sumpah, ini orang baik banget, kok kayak tahu apa kesukaanku. Bunga Matahari.

Tiba-tiba ada bunyi fax masuk, fitria tersadar dari lamunannya. Selanjutnya dia membaca isi fax tersebut.

SURAT CINTA DINAS

No : Pertamax

Lamp : 1 tangkai bunga matahari

Hal : (baca dulu aja, malu nyebutnya)

Yth. Nona Fitria yang paling manies

di tempatnya

Menindaklanjuti hubungan kita sebelumnya dengan ini saya ingin mengungkapkan kepada Saudara mengenai perasaan yang saya rasakan saat ini. Dengan melampirkan satu tangkai bunga matahari sebagai perlambang, Saya ingin menunjukkan bahwa saya memiliki perasaan khusus kepada Saudara seperti apa yang Saudara rasakan saat menerima bunga matahari ini.

Demikian saya sampaikan, atas tidak diterimanya ungkapan perasaan saya ini, saya sampaikan banyak-banyak terima kasih.

Jakarta, 1 September 2010

Hormat saya,

Adi Adian Bukanadibeneran

NHP 085234567890

Tembusan:

Aan Ketuaan Doyan Mantan

Selesai membaca tulisan tersebut, mata fitria serasa berkunang-kunang. Tiba- tiba. Brukkk! Pinsan.

(Bersambung)

Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

Cinta Fitria (Episode #4)

Sore itu di lobby Djuanda I saat jam pulang kantor.

Adi: Gimana An, dah dapat ide?

Aan: Belum. Gimana ya? Standar ajalah kamu kirimin bunga atau apa gitu.

Adi: Bungan apa? Mawar pink?

Aan: Jangan mawar pink, kamu pengen diterima atau ditolak?

Adi: Lha terus?

Aan: Bunga apa kek, yg gak spesial gitu lah.

Adi: Nah, aku tau. Bunga bangkai. Dari namanya aja sudah jijik mendengarnya.

Aan: Itu bunga langka goblog, lebih keren dari mawar pink.

Adi: Gimana kalau bunga sepatu, keren gak?

Aan: Jangan juga. Fitria kan hobi koleksi sepatu. Itu pas banget. Lagian bunga sepatu itu dikenal sebagai bunga raya, padahal bunga raya itu konotasinya kurang bagus.

Adi: Bunga matahari sajalah, tetanggaku kemarin membuang bunga matahari banyak banget di tempat sampah depan rumahnya.

Aan: Itu ide yang bagus, ya itu sajalah, daripada tidak dimanfaatkan.

Adi: Trus gimana? Aku kasihkan langsung?

Aan: Jangan, itu terlalu gentle. Kamu titipkan atau apalah dilampiri surat yang penting jangan terkesan main-main.

Adi: Suratnya isinya apa?

Aan: Ya ungkapan perasaan cintamu ke dia, masa surat ijin cuti tahunan?

Adi: Kan aku tidak cinta?

Aan: Pura-pura, bodoh. Yang penting jangan terlalu muluk-muluk dan ngegombal, pake bahasa lugu saja asal jangan terkesan main-main.

Adi: Oke aku paham, makasih banyak ya An.

Aan: Sama-sama, semoga sukses ya Di.

Adi: Sukses dengkulmu.

Aan: Maksudku sukses rencana kita.

Adi: Oooo. Siplah.

(Bersambung)

Cinta Fitria (Episode #3)

Pagi itu wajah Aan dan Adi tampak seius membicarakan sesuatu saat sedang sarapan pagi di warung pojok, yang entah kenapa tidak terlihat fitria di sana.

Aan: Sesuai kesepakatan kita, kamu dapat giliran pertama buat nembak fitria, ntar kalo kamu ditolak baru giliranku.

Adi: Kok sampai sejauh itu, pake acara nembak segala. Gak bisa gitu dong.

Aan: Ya harus, biar kita itu kesannya nggak main-main.

Adi: Bukan itu yang aku takutkan, kalau ditolak sih gak apa-apa. Kalau diterima? Mati aku.

Aan: Ya mungkin itu memang rejeki kamu, haha…

Adi: Gak mau aku, mending aku mundur dan ngomong jujur ke fitria?

Aan: Ngomong jujur kalau kamu suka dia?

Adi: Ngawur! Bukan. Ngomong kalau dia itu hanya kita bikin permainan.

Aan: Jangan, itu bisa menyakiti hatinya. Nanti pokoknya aku bantu, biar acara nembakmu itu sukses.

Adi: Sukses diterima?

Aan: Terserah kamu? Pengen sukses diterima atau ditolak, haha…

Adi: Ditolak lah.

Aan: Beres.

(Bersambung)